<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>cptau is siapa tau ?? :))</title>
	<atom:link href="http://cptau.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cptau.wordpress.com</link>
	<description>Positive Thinking Aja Deh....</description>
	<lastBuildDate>Fri, 19 Feb 2010 13:05:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cptau.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/789a3d57b536e0da6558c5598d87a753?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>cptau is siapa tau ?? :))</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cptau.wordpress.com/osd.xml" title="cptau is siapa tau ?? :))" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cptau.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Solusi Jika Windows Error &#8220;Your system is low on virtual memory&#8221;</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/02/15/solusi-jika-windows-error-your-system-is-low-on-virtual-memory/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/02/15/solusi-jika-windows-error-your-system-is-low-on-virtual-memory/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Feb 2010 04:36:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[WINDOWS]]></category>
		<category><![CDATA[low on virtual memory]]></category>
		<category><![CDATA[windows error]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada yang pernah ngalamin saat pakai microsoft office 2003 ataupun 2007 terjadi error dengan pesan sbb : &#8220;Your system is low on virtual memory.To ensure that windows run properly, increase the size of your virtual memory paging file. For more information, see Help&#8221; Pesan ini sering muncul saat kita sedang menjalankan aplikasi office, baik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=97&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Mungkin ada yang pernah ngalamin saat pakai microsoft office 2003 ataupun 2007 terjadi error dengan pesan sbb :</p>
<p><strong>&#8220;Your system is low on virtual memory.To ensure that windows run properly, increase the size of your virtual memory paging file. For more information, see Help&#8221;</strong></p>
<p>Pesan ini sering muncul saat kita sedang menjalankan aplikasi office, baik office 2003 maupun 2007.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Penyebab :</strong><br />
Settingan ukuran paging file terlalu rendah dibandingakan dengan ukuran yang dibutuhkan oleh aplikasi office.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Solusi :</strong><br />
Ubahlah ukuran paging file menjadi lebih tinggi, dengan cara:</p>
<ul>
<li>Klik kanan <strong>My      Computer.</strong></li>
<li>Pilih menu <strong>Properties.</strong></li>
<li>Pilih Tab <strong>Advanced.</strong></li>
<li>Pada panel <strong>Peformance,</strong> klik tombol <strong>Settings.</strong></li>
<li>Pada kotak dialog <strong>Performance      Options</strong>, pilih <strong>Tab Advanced</strong>.</li>
<li>Pada panel <strong>Virtual      Memory</strong>, klik <strong>Change</strong>.</li>
<li>Rubah ukuran <strong>Initial      Size</strong> dan <strong>Maximum Size</strong> ke ukuran yang lebih      tinggi.</li>
<li>Klik <strong>Set</strong> dan      <strong>OK.</strong></li>
</ul>
<p>Klik <strong>OK</strong> lagi dan restart computer.</p>
<p>Demikianlah semoga dapat membantu.</p>
<p>Informasi ini saya dapatkan dari http://demuzzed.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=97&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/02/15/solusi-jika-windows-error-your-system-is-low-on-virtual-memory/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa sebagai Tindakan Politik?</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/01/21/fatwa-sebagai-tindakan-politik/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/01/21/fatwa-sebagai-tindakan-politik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 08:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[TULISAN GUS DUR]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>
		<category><![CDATA[gusdur]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: KH Abdurrahman Wahid Sekitar tahun 1950 hingga 60-an NU (Nahdlatul Ulama) dituduh oleh sekelompok kalangan telah mengeluarkan Fatwa (pendapat agama) yang mendukung mantan Presiden Soekarno. Mungkin yang dimaksudkan adalah salah sebuah keputusan Munas (Musyawarah Nasional)Ulama tahun 1957 di Medan, yang menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia adalah &#8220;Pejabat Tertinggi Negara Untuk Sementara, Dengan Kekuasaan Efektif&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=94&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: KH Abdurrahman Wahid</p>
<p>Sekitar tahun 1950 hingga 60-an NU (Nahdlatul Ulama) dituduh oleh sekelompok kalangan telah mengeluarkan Fatwa (pendapat agama) yang mendukung mantan Presiden Soekarno. Mungkin yang dimaksudkan adalah salah sebuah keputusan Munas (Musyawarah Nasional)Ulama tahun 1957 di Medan, yang menyatakan bahwa Presiden Republik Indonesia adalah &#8220;Pejabat Tertinggi Negara Untuk Sementara, Dengan Kekuasaan Efektif&#8221; (Waliyul Amri Dlaruri Bissaukah), demikian penulisannya oleh Munas tersebut).</p>
<p>Sebenarnya &#8220;gelar&#8221; ini memang dimotori oleh NU, alasanya harus ada kejelasan tentang kedudukan dan status Presiden Republik Indonesia dari sudut pandang hukum agama (fiqh). Tanpa kejelasan tersebut maka akan timbul kebalauan, siapakah yang memberikan wewenang kepada Menteri Agama untuk mengangkat Penghulu guna menetapkan jatuhnya hari-hari besar Islam dalam kehidupan kita tiap tahun.Tanpa Penghulu, tidak akan jelas siapa yang harus menentukan mereka yang memperoleh<br />
harta warisan dan mereka yang kawin, cerai dan rujuk. Pejabat di bidang itu tidak akan bisa di tunjuk oleh Menteri Agama, kalau status dan kedudukan Presiden RI tidak jelas dari sudut pandangan agama. Dengan demikian, wewenang mengikat dari sudut pandang agama Islam untuk Menteri Agama tidak akan ada. Hal itu tidak boleh terjadi, sedangkan dengan status dan wewenang yang jelas, peranan pejabat-pejabat Departemen Agama masih sering &#8220;disaingi&#8221; oleh keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh berbagai organisasi Islam, lihat saja PP Muhammadiyah dan PBNU tentang jatuhnya kedua Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Idul Adha tiap tahun.Dengan membuat keputusan tersebut, kedua organisasi besar itu seolah-olah memerintahkan rakyat mengikuti keputusan mereka, bukan keputusan pemerintah.<br />
Berbeda dengan negeri-negeri di kawasan Timur Tengah, yang menghargai keputusan Mufhti (pembuat fatwa) dan tidak ada yang membantah atau mengabaikannya. Secara politis, memang ini adalah bukti toleransi pemerintah terhadap organisasi-organisasi Islam di negeri ini. Tetapi ini berarti kebalauan yang segera harus diatasi. Selama hal itu tidak dilakukan, maka kebalauan akan terus-menerus terjadi dalam penentuan hal-hal tersebut. Umpamanya, ditetapkan penunjukan seorang Muhfti pun tidak akan dapat memecahkan masalah ini, karena pada kenyataannya keputusan-keputusan itu apakah harus berdasarkan pendirian para pembaharu atau pendirian para pemuka tradisional, yang harus dipakai sebagai &#8220;keputusan Islam&#8221;?</p>
<p>Dengan perumpaan kasus penentuan hari besar tadi, jelaslah tidak ada satu pihak pun yang &#8220;bersalah&#8221; dalam hal ini, walaupun gencar sekali pada waktu itu dinyatakan NU sebagai mencampur-adukan masalah-masalah agama dan politik. Keinginan NU untuk memperjelas status dan kedudukan Presiden RI dalam pandangan Islam, dianggap sebagai dukungan terhadap Bung Karno. Hal itu dianggap sebagai &#8220;sikap politik&#8221;, padahal adalah &#8220;pandangan Islam&#8221;. Ini adalah salah satu bentuk reaksi terhadap &#8220;kegagalan&#8221; pembaharuan (reformasi) Islam -terutama diwakili NU- di negeri ini, di hadapan ketundukan masyarakat terhadap &#8220;kaum tradisionalis&#8221;. Seperti kekuatan &#8220;kaum pembaharu&#8221; dalam birokrasi pemerintah yang masih cukup besar tetapi mereka tidak dapat &#8220;menundukkan kaum tradisionalis&#8221;. Selama tidak ada ketegasan dari &#8220;kaum pembaharu&#8221; Islam, maka keadaan tidak menentu akan tetap ada. Ini bukanlah kesalahan satu pihak saja melainkan kesalahan semua pihak.Secara faktual, dalam tahun-tahun belakangan ini dengan semakin terdidiknya para birokrat Departemen Agama, semakin jelas bagi mereka bahwa tidak ada yang dapat melakukan &#8220;monopoli kebenaran&#8221; diantara umat Islam. Demikian pula jika menggunakan ukuran obyektif dari pendidikan yang memungkinkan munculnya orang-orang NU dalam deretan birokrat itu. Memang masih terasa adanya kebijakan sepihak dalam bentuk penempatan para birokrat Departemen Agama di tempat-tempat &#8220;strategis&#8221; dari kalangan pihak yang menguasai pemerintahan, namun hal itu tidak menghalangi tumbuhnya &#8220;obyektifitas&#8221; oleh lembaga tersebut dalam pengambilan keputusan atas nama agama.<br />
Sebuah fakta lain yang tidak dapat diremehkan adalah adanya kebutuhan untuk mengambil keputusan bersama atas nama Islam diantara berbagai pemerintahan sejumlah negara di ASEAN. Ini mengharuskan pihak Departemen Agama menggunakan &#8220;ukuran obyektif&#8221; yang mengikat semua pihak. Dalam hal ini kedudukan sumber-sumber tertulis (Dalil Naqliyah) menjadi sangat penting, sehingga ia menjadi sumber satu-satunya dalam pengambilan keputusan. Peranan &#8220;argumentasi rasional&#8221; (Dalil &#8216;Aqliyah) dibuat semakin tidak lazim, sehingga dengan sendirinya ruang untuk bertikai menjadi hampir-hampir tidak ada. Proses ini sebenarnya juga membahayakan, karena salah satu kekuatan Islam sebenarnya terletak pada &#8220;penafsiran baru&#8221; (re-interpertasi) atas sumber-sumber tertulis (Dalil Naqli) tersebut. Penulis belum dapat mengusulkan pemecahan bagi &#8220;proses berpikir keagamaan&#8221; ini, yang dalam jangka panjang akan mempersempit pandangan Islam sendiri.</p>
<p>Jelas dari uraian di atas, bahwa apa yang disangkakan sebagai &#8220;keputusan politik&#8221; yang dilakukan NU di masa lampau, sebenarnya adalah &#8220;keputusan agama&#8221; yang harus dimengerti sebab-sebabnya. Kalau tidak, tentu akan dianggap sebagai keputusan politik yang akan menciptakan kecurigaan besar atas keputusan-keputusan itu sendiri. Tentu saja hal ini harus dikoreksi untuk mencapai &#8220;kebenaran relatif&#8221; dari keputusan-keputusan NU itu. Mengingat NU adalah organisasi agama Islam terbesar di dunia, tentu saja &#8220;obyektifitas&#8221; pandangan kita tentang keputusan-keputusan itu sangat diperlukan. Tentu saja, &#8220;keperluan&#8221; seperti itu tidak hanya dilakukan secara Ilmiah dan historis belaka, tapi juga berdasarkan &#8220;tuntutan keadilan&#8221; masyarakat.Tiga buah keputusan penting dari NU segera terlintas dalam benak penulis. Pertama, keputusan Muktamar NU di Banjarmasin tahun 1935, dalam bentuk jawaban atas pertanyaan; &#8220;Wajibkah seorang muslim mempertahankan kawasan Kerajaan Hindia-Belanda -demikian Indonesia waktu itu dikenal- yang diperintah oleh orang-orang Non-Muslim (Belanda)? Dari Bughyat Al-Mustarsydin diambil argumentasi, bahwa kawasan Kerajaan Hindia Belanda yang dahulunya adalah kerajaan Islam, harus dipertahankan oleh kaum Muslimin. Di samping itu, Muktamar tersebut mengemukakan sebuah argumentasi baru -yang merupakan reinterpertasi-, bahwa keharusan mempertahankannya juga karena kaum Muslimin di kawasan tersebut bebas melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam, dengan tidak dicampuri oleh pemerintahan yang ada.</p>
<p>Argumentasi tadi, oleh penulis digunakan dalam dua hal. Pertama, menyanggah pendapat Kapolda Jawa Tengah yang ingin membubarkan Pesantren Al-Mukmin di Ngrungki, Solo. Penulis menentang hal itu, karena selayaknya pemerintah tidak campur tangan dalam menentukan nasib sebuah lembaga agama, biarlah masyarakat yang melakukan hal itu bukannya pemerintah. Kedua, penulis beranggapan bahwa Konghucu adalah sebuah agama karena masyarakat Tionghoa sendirilah (terutama pemeluknya) yang berhak menentukan, apakah Konghucu sebuah agama atau bukan. Bukannya pemerintah, yang seharusnya hanya berfungsi melayani saja dan tidak boleh menentukan faham tersebut sebuah agama atau bukan. Ini jelas berbeda dari pandangan para birokrat pemerintah, terutama dari Orde Baru. Pendapat ini cukup sederhana untuk diterapkan bukan?</p>
<p>Surabaya, 21 Februari 2003</p>
<p>Duta Masyarakat, Sabtu 22 Februari 2003</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><strong><a href="http://www.ziddu.com/download/8258081/FatwasebagaiTindakanPolitik.pdf.html">Download Versi Pdf</a></strong></span></p>
<p style="text-align:center;">===oOo===</p>
<p style="text-align:center;"><a title="Rahasia Membuat Mesin Uang Yang Hidup dan Bisa Berpromosi Sendiri" href="http://revolusiweb.com/johnsalim" target="blank"><br />
<img class="aligncenter" src="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" border="0" alt="RevolusiWEB.Com" /></a><br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"><br />
<img class="aligncenter" src="http://www.BikinDuit.com/b/ban2.gif" border="1" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/94/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/94/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/94/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=94&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/01/21/fatwa-sebagai-tindakan-politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">RevolusiWEB.Com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.BikinDuit.com/b/ban2.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Polisi Temukan Alat untuk Copy ATM di Bali</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/01/21/polisi-temukan-alat-untuk-copy-atm-di-bali/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/01/21/polisi-temukan-alat-untuk-copy-atm-di-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 03:53:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANK-ATM]]></category>
		<category><![CDATA[ATM]]></category>
		<category><![CDATA[Pemalsuan ATM]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian PIN ATM]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian rekening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[Kepolisian Bali telah menemukan alat yang digunakan untuk meng-copy ATM. Alat tersebut dipasangkan di mulut ATM. Tujuannya, untuk merekam data nasabah yang sedang melakukan transaksi via ATM. &#8220;Saya sudah ketemu alatnya. Nanti akan saya demokan alat itu, untuk meng-copy ATM untuk membobol,&#8221; kata Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana kepada detikcom, Rabu (20/1/2010) malam. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=90&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/bcapolisi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-91" title="BCApolisi" src="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/bcapolisi.jpg?w=285&#038;h=204" alt="" width="285" height="204" /></a>Kepolisian Bali telah menemukan alat yang digunakan untuk meng-copy ATM. Alat tersebut dipasangkan di mulut ATM. Tujuannya, untuk merekam data nasabah yang sedang melakukan transaksi via ATM.</p>
<p>&#8220;Saya sudah ketemu alatnya. Nanti akan saya demokan alat itu, untuk meng-copy ATM untuk membobol,&#8221; kata Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana kepada detikcom, Rabu (20/1/2010) malam.</p>
<p>Adapun modus operandinya, menurut Gede, alat ini dipasang di mulut ATM. Kemudian, dipasang kamera kecil tak jauh dari mesin ATM tersebut. Sementara tak jauh dari lokasi tersebut pelaku memantau transaksi nasabah via laptop.</p>
<p>&#8220;Bisa juga dari ATM atau tempat pembelanjaan di Hard Rock. Dari dekat tempat transaksi atau dekat tempat pembelanjaan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Alat tersebut, imbuh Gede, berfungsi untuk merekam data. &#8220;Nanti kita akan mengundang kepala bank di Bali. Alat ini akan kita demokan di depan mereka sehingga mereka bisa mengetahui modus operandi pelaku dan pola antisipasinya,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dia menambahkan, sebenarnya alat ini secara kasat mata bisa dilihat. Apalagi jika dalam ATM terdapat ada alat perekam. &#8220;Alat ini biasanya ditempelkan di mulut ATM. Biasanya di ATM yang tidak dilindungi oleh pelindung,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/01/21/003358/1282872/10/polisi-temukan-alat-untuk-copy-atm-di-bali</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/8254816/PolisiTemukanAlatuntukCopyATMdiBali.pdf.html">Download Versi Pdf</a></p>
<p style="text-align:center;">===oOo===</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"> <img class="aligncenter" src="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_6.jpg" border="0" alt="" width="100" height="200" /></a><br />
<a title="Rahasia Membuat Mesin Uang Yang Hidup dan Bisa Berpromosi Sendiri" href="http://revolusiweb.com/johnsalim" target="blank"><br />
<img class="aligncenter" src="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" border="0" alt="RevolusiWEB.Com" /></a><br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"><br />
<img class="aligncenter" src="http://www.BikinDuit.com/b/ban2.gif" border="1" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/90/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/90/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/90/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=90&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/01/21/polisi-temukan-alat-untuk-copy-atm-di-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/bcapolisi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">BCApolisi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">RevolusiWEB.Com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.BikinDuit.com/b/ban2.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kenali Skimmer di Mulut ATM</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/01/21/kenali-skimmer-di-mulut-atm/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/01/21/kenali-skimmer-di-mulut-atm/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 02:55:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[BANK-ATM]]></category>
		<category><![CDATA[ATM]]></category>
		<category><![CDATA[Pemalsuan ATM]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian PIN ATM]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian rekening]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Skimmer, alat pencuri data nasabah yang dipasang di mulut ATM, menjadi beken pasca terkuaknya kasus pencurian dana nasabah bank di Bali. Alat ini dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan nasabah awam akan menganggapnya tidak ada yang ganjil. Gambar di atas adalah salah satu alat skimmer yang disebut &#8220;contoh yang sempurna&#8221; dalam artikel di www.krebsonsecurity.com. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=85&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/skim1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-86" title="skim1" src="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/skim1.jpg?w=274&#038;h=300" alt="" width="274" height="300" /></a>Skimmer, alat pencuri data nasabah yang dipasang di mulut ATM, menjadi beken pasca terkuaknya kasus pencurian dana nasabah bank di Bali. Alat ini dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan nasabah awam akan menganggapnya tidak ada yang ganjil.</p>
<p style="text-align:justify;">Gambar di atas adalah salah satu alat skimmer yang disebut &#8220;contoh yang sempurna&#8221; dalam artikel di www.krebsonsecurity.com. Gambar pertama menunjukkan mulut/slot untuk keluar masuk kartu ATM yang asli. Gambar kedua adalah alat tambahan (electronic data capture) alias skimmer.</p>
<p style="text-align:justify;">Gambar ketiga adalah wujud skimmer yang dipisahkan dari slot asli. Gambar keempat, setelah kedua alat ini disatukan, terlihat sempurna bukan? Orang awam tentu tidak akan <em>ngeh.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Skimmer di atas ditemukan di ATM Citibank di Woodland Hills, California, AS, pada 6 Desember 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seorang nasabah memasukkan kartu ATM-nya di slot, data di kartu nasabah langsung terekam. Skimmer ini juga dilengkapi kamera mikro guna merekam gerak-gerik jemari nasabah saat memencet PIN.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika data nasabah dan PIN telah dikantungi, pencuri segera membuat kartu bodong. Data nasabah yang telah didapat dimasukkan ke dalamnya dan berbekal PIN yang telah dipelajari, terjadilah upaya pembobolan rekening tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Semalam, Kapoltabes Denpasar Kombes Pol Gede Alit Widana telah menemukan alat skimmer itu di sebuah mesin ATM. Bagaimana bentuk skimmer tersebut, apakah sama seperti gambar di atas, Gede akan memperlihatkannya hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut Gede, alat ini dipasang di mulut ATM. Kemudian, dipasang kamera kecil tak jauh dari mesin ATM tersebut. Sementara tak jauh dari lokasi tersebut pelaku memantau transaksi nasabah via laptop.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Nanti kita akan mengundang kepala bank di Bali. Alat ini akan kita demokan di depan mereka sehingga mereka bisa mengetahui modus operandi pelaku dan pola antisipasinya,&#8221; paparnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Skimmer ini bisa ditangkis dengan alat anti-skimmer. Menurut ahli forensik digital, Ruby Alamsyah, sejumlah ATM di Indonesia telah dipasangi alat anti-skimmer. Hanya saja jumlahnya baru sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana menghindari Skimming?</p>
<ul style="text-align:justify;">
<li>Kenali mesin ATM yang digunakan dengan baik.</li>
<li>Kalau bisa, gunakan ATM di lokasi yang sama sesering mungkin sehingga akan terlihat jika terjadi perubahan.</li>
<li>Perhatikan bila ada hal aneh pada mesin ATM seperti goresan, bercak, selotip, bekas lem dan hal-hal mencurigakan lainnya.</li>
<li>Jika menemukan perubahan atau keganjilan pada ATM, laporkan pada pihak Bank dan tunda/jangan lakukan transaksi.</li>
<li>Upayakan untuk mengakses ATM yang ada di dalam bank atau di lokasi yang ramai dan terang untuk meminimalisir risiko.</li>
<li>Untuk penggunaan kartu di luar ATM (pada tempat belanja atau restoran) selalu perhatikan apa yang dilakukan petugas pada kartu dan tanyakan jika ada perilaku yang aneh.</li>
<li>Jika digunakan saat berbelanja, kartu harusnya hanya digesekkan pada mesin resmi dan mesin kasir, tanyakan pada petugas bila menggesekkan kartu ke alat lain (terutama jika alat itu ada di tempat tersembunyi seperti di balik meja).</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">Sumber : http://www.detiknews.com/read/2010/01/21/084750/1283001/10/kenali-skimmer-di-mulut-atm</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.ziddu.com/download/8254434/KenaliSkimmerdiMulutATM.pdf.html">Download Versi Pdf</a></p>
<p style="text-align:center;">===oOo===</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"> <img class="aligncenter" src="http://www.komisigratis.com/image/bannerkg3.gif" border="0" alt="" width="468" height="60" /></a><br />
<a title="Rahasia Membuat Mesin Uang Yang Hidup dan Bisa Berpromosi Sendiri" href="http://revolusiweb.com/johnsalim" target="blank"><br />
<img class="aligncenter" src="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" border="0" alt="RevolusiWEB.Com" /></a><br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"><br />
<img class="aligncenter" src="http://www.BikinDuit.com/b/ban2.gif" border="1" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=85&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/01/21/kenali-skimmer-di-mulut-atm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/skim1.jpg?w=274" medium="image">
			<media:title type="html">skim1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.komisigratis.com/image/bannerkg3.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">RevolusiWEB.Com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.BikinDuit.com/b/ban2.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bersumber dari Pendangkalan</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/01/20/bersumber-dari-pendangkalan/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/01/20/bersumber-dari-pendangkalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 03:32:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[TULISAN GUS DUR]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>
		<category><![CDATA[gusdur]]></category>
		<category><![CDATA[nasrani]]></category>
		<category><![CDATA[yahudi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Pada sebuah diskusi beberapa tahun yang lalu di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, penulis dikritik oleh Dr Yusril Ihza Mahendra, sekarang Menteri Kehakiman dan HAM. Kata Bang Yusril, ia kecewa dengan penulis karena bergaul terlalu erat dengan umat Yahudi dan Nasrani. Bukankah kitab suci Al-Quran menyatakan salah satu tanda-tanda seorang muslim yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=82&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh: KH. Abdurrahman Wahid</p>
<p>Pada sebuah diskusi beberapa tahun yang lalu di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta, penulis dikritik oleh Dr Yusril Ihza Mahendra, sekarang Menteri Kehakiman dan HAM. Kata Bang Yusril, ia kecewa dengan penulis karena bergaul terlalu erat dengan umat Yahudi dan Nasrani. Bukankah kitab suci Al-Quran menyatakan salah satu tanda-tanda seorang muslim yang baik adalah &#8220;bersikap keras terhadap orang kafir dan bersikap lembut terhadap sesama muslim (Asyidda a&#8217;la al-kuffar ruhama baynahum).</p>
<p>Menanggapi hal itu, penulis menjawab, sebaiknya bang Yusril mempelajari kembali ajaran Islam, dengan mondok di pesantren. Karena ia tidak tahu, bahwa yang dimaksud Al Quran dalam kata &#8220;kafir&#8221; atau &#8220;kuffar&#8221; adalah orang-orang musyrik (polytheis) yang ada di Mekkah, waktu itu. Kalau hal ini saja, bang Yusril tidak tahu, bagaimana ia berani mengemukakan hal itu?</p>
<p>Berdasar kenyataan itu, penulis tidak begitu heran dengan terjadinya kekerasan di Maluku, Poso, Aceh dan Sampit. Penulis mengutuk peledakan bom di Legian, Bali, karena itu berarti pembunuhan atas begitu banyak orang yang tidak bersalah. Tetapi kutukan itu, tidak berarti penulis heran atas terjadinya peledakan bom itu. Karena dalam pandangan penulis, hal itu terjadi akibat para pelakunya tidak mengerti, bahwa Islam tidak membenarkan tindak kekerasan dan diskrimanatif. Satu-satunya pembenaran bagi tindakan kekerasan secara individual adalah, jika kaum muslimin di usir dari rumahnya (Idza ukhrizu min diyarihim). Karena itulah, ketika harus meninggalkan Istana Merdeka, penulis meminta Luhut Panjaitan mencari surat perintah dari Lurah sekalipun.</p>
<p>Sebabnya, karena ada perintah lain dalam Sunny tradisional yang diyakini penulis, untuk taat pada pemerintah. Berdasar ayat kitab suci itu, &#8220;taatlah kalian pada Allah, pada utusan-Nya dan pada pemegang kekuasaan pemerintahan&#8221; (Athi u&#8217; allaha wa al-rasullah wa uli al-amri minkum). Pak Luhut Panjaitan mencarikan surat perintah itu dari seorang Lurah, dan penulis sebagai warga negara dan rakyat biasa –karena lengser dari jabatan kepresidenan— mengikuti perintah tersebut. Soal bersedianya penulis lengser dari jabatan kepresidenan, karena penulis mengaggap tidak layak jabatan setinggi apapun di negeri ini, dipertahankan dengan pertumpahan darah. Padahal waktu itu, sudah ada pernyataan yang ditandatangani 300.000 orang akan mendukung penulis mempertahankan jabatan kepresidenan, kalau perlu mengorbankan nyawa.</p>
<p>*****</p>
<p>Tindak kekerasan –walaupun atas nama agama— dinyatakan oleh siapapun dan dimana pun sebagai terorisme. Beberapa tahun sebelum menjabat sebagai Presiden, penulis merencanakan berkunjung ke Israel untuk menghadiri pertemuan para pendiri Pusat Perdamaian Shimon Peres di Tel Aviv. Sebelum keberangakatan ke Tel Aviv, penulis menerima rancangan pernyataan bersama, yang oleh Rabi Kepala Sevaflim Eli Bakshiloron. Dalam rancangan pernyataan itu, terdapat pernyataan penuli dan Rabai yang menyatakan &#8220;berdasarkan keyakinan agama Islam dan Yahudi, menolak penggunaan kekerasan yang berakibat pada matinya orang-orang yang tidak berdosa&#8221;.</p>
<p>Pengurus Besar NU mengutus Wakil Rais Aam, KH Sahal Mahfudh untuk memeriksa rancangan pernyataan itu. KH Sahal Mahfudh meminta kata-kata &#8220;tidak berdosa&#8221; diubah menjadi &#8220;tidak bersalah&#8221;.<br />
Mengapa demikian? Karena, yang menentukan seseorang itu berdosa atau tidak adalah Allah SWT. Sedangkan salah atau tidaknya seseorang oleh hakim atau pengadilan, berarti oleh sesama manusia. Penulis menerima keputusan itu dan perubahan rancangan pernyataan tersebut, juga diterima oleh Rabi Eli Bakshiloron. Ketika tiba di Tel Aviv, penulis bersama Rabi Eli langsung menuju kantornya di Yerusalem. Di tempat itu, penulis dan Rabi Eli menandatangani pernyataan bersama itu di depan publik dan media massa. Ini menunjukkan bahwa, Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia –bahkan menurut statistic sebagai organisasi Islam terbesar di dunia- menolak terorisme dan pengunaan kekerasan atas nama agama sekalipun. Karena itu, kita mengutuk peledakan bom di Bali dan menganggapnya sebagai &#8220;tindak kejahatan/ kriminal&#8221; yang harus dihukum.</p>
<p>Keseluruhan penolakan penulis itu, bersumber pada pendapat agama yang tercantum dalam literatur keagamaan (Al qutub al-muqarrahrah), jadi bukannya isapan jempol penulis sendiri. Mengapa demikian? Karena Islam adalah agama hukum, karenanya setipa sengketa seharusnya diselesaikan berdasarkan hukum. Dan karena hukum agama dirumuskan sesuai dengan tujuannya (Al amru bima qa shidiha), maka kita patut menyimak pendapat mantan ketua Mahkamah Agung Mesir, Al Asmawi. Menurutnya, &#8220;hokum barat&#8221; dapat dijadikan &#8220;hukum Islam&#8221;, jika memiliki tujuan yang sama. Hukum pidana Islam (zarimah), menurut Al Asmawi, sama dengan hokum pidana barat, karena sama berfungsi dan bertujuan menahan (defences) dan menghukum (punishment).</p>
<p>*****</p>
<p>Namun, mengapa terorisme dan tindak kekerasan yang lain masih juga dijalankan oleh sebagian kaum muslimin? Kalau memang benar kaum muslimin melakukan tindakan-tindakan tersebut , jelas bahwa mereka telah melanggar ajaran-ajaran agama. Pertanyaan di atas dapat dijawab dengan sekian banyak jawaban, antara lain rendahnya mutu sumber daya manusia pada para pelaku tindak kekerasan dan terorisme itu sendiri. Mutu yang rendah di kalangan kaum muslimin, dapat dikembalikan kepada<br />
aktifitas imperalisme dan kolonialisme yang begitu lama menguasai kaum muslimin. Ditambah lagi dengan, orientasi pemimpin kaum muslimin yang sekarang menjadi elite politik nasional. Mereka selalu mementingkan kelompoknya sendiri dan membangun masyarakat Islam yang elitis.</p>
<p>Apa pun bentuk dan sebab tindak kekerasan dan terorisme, seluruhnya bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah, termasuk oleh para pelaku kekerasan dan terorisme yang mengatasnamakan Islam. Penyebab lain dijalankannya tindakan-tindakan yang telah dilarang Islam itu -sesuai dengan ajaran kitab suci Al Quran dan ajaran nabi Muhammad SAW- adalah proses pendangkalan agama Islam yang berlangsung sangat hebat. Walau kita lihat, adanya praktek<br />
imperialisme dan kolonialisme atau kapitalisme klasik di jaman ini terhadap kaum muslim, tidak berarti proses sejarah itu memperkenankan kaum muslim untuk bertindak kekerasan dan terorisme.</p>
<p>Harus kita pahami, bahwa dalam sejarah Islam yang panjang, kaum muslim tidak menggunakan kekerasan dan terorisme untuk memaksakan kehendak. Lalu, bagaimanakah cara kaum muslimin dapat mengadakan koreksi terhadap langkah-langkah yang salah, atau mencari &#8220;responsi yang benar&#8221; atas tantangan berat yang dihadapi? Jawabannya, yaitu dengan mengadakan penafsiran baru (re-interpretasi). Melalui mekanisme inilah, kaum muslimin melakukan koreksi atas kesalahan-kesalahan yang diperbuat sebelumnya, maupun memberikan responsi yang memadai atas tantangan yang dihadapi. Jelas, dengan demikian Islam adalah &#8220;agama kedamaian&#8221; bukannya &#8220;agama kekerasan&#8221;. Proses sejarah Islam di kawasan ini, adalah bukti nyata akan hal itu, walaupun di kawasan-kawasan lain, masih juga terjadi tindak kekerasan –atas nama Islam— yang tidak diharapkan. Mudah dalam prinsip, namun sulit dalam pelaksanaan bukan?</p>
<p>Jakarta, 31 Desember 2002</p>
<p style="text-align:center;">===oOo===</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p><a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"> <img class="aligncenter" src="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_6.jpg" border="0" alt="" width="100" height="200" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a title="Rahasia Membuat Mesin Uang Yang Hidup dan Bisa Berpromosi Sendiri" href="http://revolusiweb.com/johnsalim" target="blank"><br />
<img class="aligncenter" src="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb2.gif" border="0" alt="RevolusiWEB.Com" /></a><br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"><br />
<img class="aligncenter" src="http://www.BikinDuit.com/b/ban3.gif" border="1" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=82&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/01/20/bersumber-dari-pendangkalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_6.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">RevolusiWEB.Com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.BikinDuit.com/b/ban3.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KH. Maman Imanulhaq Faqieh</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/01/20/kh-maman-imanulhaq-faqieh/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/01/20/kh-maman-imanulhaq-faqieh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 03:04:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[TOKOH ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[Maman Imanulhaq Faqieh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Muda, energik! Itulah kira-kira yang dapat digambarkan sosok kyai progresif yang berkediaman di Desa Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Sehingga, saking kemudaannya yang masih menonjol, sepintas tidak kelihatan tokoh yang satu ini adalah kyai. Namun, itulah KH. Maman Imanulhaq Al-Faqieh “kyai muda” yang biasa disapa Kang Maman. Lahir di kota Sumedang 8 Desember 1972 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=77&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/kh-maman-imanulhaq-faqieh.jpg"><img class="size-full wp-image-78 aligncenter" title="KH Maman Imanulhaq Faqieh" src="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/kh-maman-imanulhaq-faqieh.jpg?w=150&#038;h=166" alt="" width="150" height="166" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Muda, energik! Itulah kira-kira yang dapat digambarkan sosok kyai progresif yang berkediaman di Desa Cibolerang, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat. Sehingga, saking kemudaannya yang masih menonjol, sepintas tidak kelihatan tokoh yang satu ini adalah kyai. Namun, itulah KH. Maman Imanulhaq Al-Faqieh “kyai muda” yang biasa disapa Kang Maman.</p>
<p style="text-align:justify;">Lahir di kota Sumedang 8 Desember 1972 dari keluarga religius, pasangan Drs. H.Abdurrochim dan Hj. Lalih Halimah.<br />
Masa kecil yang dilaluinya di sebuah wilayah sejuk lereng Gunung Tampomas Cimalaka, , hembusan kabut pagi, wangi,Sumedang, dengan hamparan sawah, kicau burung rerumputan serta keragaman budaya Sunda yang khas, telah menumbuhkan potensi dan bakat seninya.<br />
Selama enam tahun menempa ilmu di Ma’had Baitul Arqom, Bandung Selatan, dengan kedisiplin belajar, berorganisasi serta keahlian berbahasa sehingga membentuk kepribadian yang progressif, toleran, serta mempunyai kualitas spiritual yang penuh.<br />
Masa-masa “kegelisahan” ia jalani dengan lakon silaturahmi ke beberapa Ulama besar dan pesantren di Pulau Jawa, seperti Ua Khoer Afandi Manonjaya Tasikmalaya, Mama Bantargedang, Mbah Dullah Salam di Kajen Pati Jawa Tengah, Kyai Mudzakir Pekalongan dan Pesantren Tambak Beras Jombang Jawa Timur. Tempat-tempat karamah, pusat-pusat kebudayaan, serta terminal bus adalah tempat yang kerap ia kunjungi karena memberinya sebuah  hikmah (moral lesson)  “wajah kemanusiaan” serta “nilai ilahiyah” yang hakiki.<br />
Semenjak mendirikan pesantren Al-Mizan tahun 1998, ia kerap dipanggil Aa atau Kang Maman oleh para santri dan jama&#8217;ah Dzikir &amp; Muhasabahnya yang tersebar di wilayah III Cirebon, wilayah Priangan Timur, Sumedang, Brebes, dan Pekalongan. Sebuah panggilan yang mengisyaratkan sebuah kehangatan, egaliterian serta penolakan terhadap budaya feodalisme yang mewabah di kalangan pesantren.<br />
Sekitar tahun 1998-1999, saat Reformasi bergulir, ia mulai aktif menjadi mubaligh. Bersama KH. Manarul Hidayat, Habib Idrus Jamalullail, dan para mubaligh lain, ia kerap mengisi acara pengajian di Majlis Ta’lim Hidayatullah Cirebon, Jawa Barat.<br />
Metode ceramahnya yang renyah bermakna, humoris berbobot -yang menurutnya merupakan berkah dari Kyai-nya masa di Arqom, yakni KH Yusuf Salim Faqih. Ceramahnya yang juga diselingi syair sholawat yang ia karang serta dzikir muhasabah yang menyentuh di akhir pengajiannya, telah menyedot perhatian umat di berbagai tempat. Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina, PT Wika, BI adalah sebagian dari perusahaan yang sering mengundangnya.<br />
Materi pengajiannya yang memperlihatkan pemihakan terhadap dhu’afa (the weak), dan mustadh’afin (the oppressed) kepedulian pada ranah budaya lokal, merangkul kaum pinggiran (marginal) serta mensponsori kreativitas anak-anak muda, telah menjadikannya sosok kiyai muda yang diterima semua kalangan. Karena, di samping aktif mengisi pengajian, ia pun rajin menghadiri diskusi-diskusi di P3M Jakarta, Halaqoh Budaya, workshop, kegiatan kesenian serta dialog lintas agama dan kepercayaan.<br />
Tulisan-tulisan serta puisi religiusnya sering menghiasi koran dan majalah. Selama tahun 2003, dengan ALIF dan Olimpide Kebudayaan ia keliling dalam kegiatan Syukur Pesisir. Oktober 2003, menjadi pembicara dalam  Konggres Kebudayaan V di Bukittinggi Sumatra Barat. September-Oktober 2004 berkujung ke USA, sebagai peserta program Inter-religios Dialogue Ohio University. Dengan ghiroh memperjuangkan maqashid syari’at Islam, yakni menegakkan nilai dan prinsip keadilan sosial, kemaslahatan umat manusia, kerahmatan semesta, dan kearifan lokal, ia aktif di dalam kajian pemikiran Islam progressive di Fahmina Institute Cirebon, Akademi Entrepreneur Al-Biruni Ciwaringin Yayasan Pendidikan Seni Nusantara Jakarta dan TGI (The Grage Institute).<br />
Sekarang, di tengah kesibukannya sebagai Ketua LD-NU serta Pengurus Jamiyyah Thaoriqoh Al-Mu’tabor An-Nahdiyyah, Bapak dari tiga anak; Fahma, Hablie, Ghaitsa, ini sedang berusaha mengembangkan Pesantren Al-Mizan, Program Out Bond (Pesantren Alam) serta mengembangkan pengajian Dzikir &amp; Muhasabah, serta merintis Pesantren Budaya dengan Komunitas Gamelan Sholawat “Qi Buyut” sebagai maskotnya.</p>
<p>Disarikan dari DAURAH Kebudayaan – Kantata Research Indonesia</p>
<p style="text-align:center;">====oOo====</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"> <img class="aligncenter" src="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_1.gif" border="0" alt="" width="125" height="125" /></a><br />
<a title="Rahasia Membuat Mesin Uang Yang Hidup dan Bisa Berpromosi Sendiri" href="http://revolusiweb.com/johnsalim" target="blank"><br />
<img class="aligncenter" src="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" border="0" alt="RevolusiWEB.Com" /></a><br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"><br />
<img class="aligncenter" src="http://www.BikinDuit.com/b/ban3.gif" border="1" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=77&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/01/20/kh-maman-imanulhaq-faqieh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/kh-maman-imanulhaq-faqieh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KH Maman Imanulhaq Faqieh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">RevolusiWEB.Com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.BikinDuit.com/b/ban3.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Demokratisasi Model Kampung</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/01/20/demokratisasi-model-kampung/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/01/20/demokratisasi-model-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 02:25:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[TULISAN GUS DUR]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[gus dur]]></category>
		<category><![CDATA[gusdur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: KH. Abdurrahman Wahid Penulis adalah warga NU (Nahdlatul &#8216;Ulama) lahir di lingkungan pesantren dan berfikir dengan paradigma pesantren. Klaim ini tidaklah spektakuler atau main-main, karena hal itu adalah gambaran dari kenyataan yang semakin lama semakin menampakkan diri dalam kehidupan kita sebagai bangsa. Apalagi bagi masa depan seorang pengamat sekaligus &#8220;pemain&#8221; seperti penulis, ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=72&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: KH. Abdurrahman Wahid</p>
<p>Penulis adalah warga NU (Nahdlatul &#8216;Ulama) lahir di lingkungan pesantren dan berfikir dengan paradigma pesantren. Klaim ini tidaklah spektakuler atau main-main, karena hal itu adalah gambaran dari kenyataan yang semakin lama semakin menampakkan diri dalam kehidupan kita sebagai bangsa. Apalagi bagi masa depan seorang pengamat sekaligus &#8220;pemain&#8221; seperti penulis, ini adalah perkembangan yang sudah tampak dengan jelas. Bukankah dengan demikian prospek PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) yang merupakan partai yang dibidani oleh NU menjadi tampak semakin mengembirakan? Hal tersebut ditambah lagi dengan data-data yang tadinya dianggap sebagai hal yang gampang ditutupi, sekarang mulai tampak kenyataan. Contohnya, jumlah warga NU oleh sementara pihak dinyatakan berkisar sekitar 35 juta orang dan Muhammadiyah 28 juta jiwa. Sedangkan beberapa tahun lalu pihak intelijen Malaysia menyebutkan 60 juta orang warga NU dan 15 juta orang warga Muhammadiyah.<br />
Kemudian, sebuah badan intelijen kita beberapa tahun yang lalu sampai pada kesimpulan jumlah warga NU ada 90 juta orang dan Muhammadiyah 5 juta orang.Penulis tidak tahu mana data yang paling valid di antara ketiga institusi itu, namun dari hal ini menunjukkan betapa besarnya jumlah Nahdliyin dalam bangsa ini. Apalagi sejak PKB berdiri sebagai partai politik. Artinya, NU sebagai kekuatan kultural dilengkapi dengan PKB sebagai kekuatan politik, merupakan faktor yang harus serius dipikirkan oleh para pengamat kehidupan bangsa ini.<br />
Disamping itu, jika selama ini masih ada kesan bahwa cara hidup orang NU adalah cara hidup kampungan, maka hal ini harus diperiksa kembali. Ambil contoh penulis sendiri yang lahir di kalangan orang-orang NU -dan akan mati dalam beberapa tahun lagi di lingkungan yang sama- tetapi hal ini sama sekali tidak menghalangi penulis untuk mengeyam pendidikan formal (model barat) dan mengembangkan selera musik, sastra, kemampuan teknik-pemikiran ala &#8220;barat&#8221;.<br />
Dalam musik, penulis tidak malu-malu untuk menyatakan, bahwa ia adalah orang yang menikmati musik klasik -Symphony No. 9 Ludwig Van Beethoven dan Concertto Piano No.20 W.A Mozart, terutama yang dimainkan oleh Michiko Uchida yang diiringi oleh Symphony Radio Orchestra di bawah pimpinan Joseph Tate-.<br />
Tetapi &#8220;kesenangan&#8221; ini tak menghalangi penulis menikmati Al-Athlal dari Ummu Kalsum, dengan aransemen musik dari Riyadh Sunbathi, ataupun tembang Lir-ilir ciptaan Sunan Ampel Raden Rahmatillah. Karena adanya kombinasi kultural ini, penulis pun dapat menikmati ciptaan dan permainan gitar ataupun nyanyian Janis Joplin, Me and Bobby McGee. Janis Joplin yang mati muda 24 tahun karena overdosis narkoba, dalam lagu tersebut menceritakan seorang gadis hippies yang menumpang lokomotif disel dengan masisnis Bobby -dan &#8220;tidur&#8221;- bersamanya selama 3 hari tanpa perkawinan. Memang tidak bermoral, tapi nada dan liriknya indah di kuping penulis. Juga bagi karya sastra dalam bentuk novel karya Andre Gide, la Porte Etroite (gerbang yang sempit) yang secara main-main sering diterjemahkan penulis dengan istilah Shiratul Mustaqim. Namun penulis juga menikmati tembang/ serat yang berjudul &#8220;Serat Cebolek&#8221;. Kedua produk sastra modern dan kuno ini, dapat penulis nikmati dengan baik karena penulis masih diliputi suasana kekunoan dari latar belakang hidupnya sebagai seseorang yang berasal dari pesantren. Walaupun pengalaman hidup dan belajar selama setahun -dari pertengahan 1970 hingga pertengahan 1971- di Eropa Barat, tidak dapat menghilangkan latar belakang pesantren tersebut. Ini mungkin serupa dengan yang disebutkan oleh novelis Prancis, Albert Camus dalam novelnya yang berjudul &#8220;L&#8217; Etranger&#8221; (orang Asing), yaitu orang yang berkembang sendiri tanpa terbelenggu oleh adat-adat masyarakatnya.<br />
*****<br />
Kalau hal di atas diterjemahkan ke dalam strategi penegakan demokrasi di negara kita di alam modern ini, maka kita akan berhadapan dengan dua pilihan model yang akan dipakai. Haruskah kita mengikuti strategi &#8220;Barat&#8221;, yang mementingkan pencapaian kebebasan bagi individu dan masyarakat secara penuh, ataukah strategi kuno yang menyerahkan segala-galanya kepada penguasa.<br />
Tentu saja kita tidak dapat sepenuhnya mengacu kepada &#8220;model Barat&#8221;, karena kenyataannya bangsa kita di masa lampau memiliki perkembangan sejarah yang sama sekali berlainan dengan model tersebut. Contohnya adalah TNI, ia adalah angkatan bersenjata yang lahir dari rakyat, hidup bersama rakyat dan pada akhirnya membela kepentingan rakyat. Karena kesalahan dengan banyaknya para pejabat di dalamya hanya mementingkan diri sendiri atau kelompoknya -terkenal di lingkungan TNI dengan sebutan kelas atau tahun angkatan-, maka kesalahan itu juga ditimpakan pada mereka yang tidak pernah menduduki jabatan penting dalam lingkungannya. Generalisasi penilaian kepada institusi militer, adalah hal yang biasa digunakan dalam dunia politik di negara-negara barat, semestinya tidak berlaku bagi kita. Masih banyak warga TNI -termasuk sebagian besar perwira tinggi- yang dapat menerima proses demokratisasi di negara ini yang bermuara pada keharusan dihapuskannya keterlibatan TNI secara keseluruhan/institusional dalam politik di semua tingkatan. Dengan demikian, tidak fair untuk melarang mantan anggota TNI untuk menjadi pejabat pemerintahan, dan mencurigai mereka sebagai pihak yang memiliki &#8220;agenda tersembunyi&#8221;. Dengan demikian jelas, kita harus menentang militerisme bukannya kaum militer.<br />
Jelas kita tidak dapat memilih &#8220;model barat&#8221; untuk menegakkan demokrasi negara kita, melainkan mengambil apa yang baik dari model ini dan meninggalkan apa yang tidak serasi dengan kebutuhan kita. Hal yang sama juga berlaku bagi strategi kuno, yang menyerahkan segala-galanya kepada sang penguasa. Strategi ini hanya menganggap penting pendapat dan cara kaum elit mengambil keputusan dengan mengesampingkan peran rakyat. Contoh yang terjadi di negara kita adalah Bung Karno, tokoh yang oleh beberapa partai politik selalu dipakai sebagai figur. Dari hal itu maka perlu adanya identifikasi, apakah penggunanan namanya hanya sebuah &#8220;kebutuhan&#8221; politik atau sejalan dengan kebijakan parpol itu? Demikian juga dengan sikap Bung Karno yang menentang Nekolim/ dominasi Amerika Serikat, perjuangannya menegakkan sistem politik baru dalam percaturan dunia, juga sikap mendapatkan pengakuan dan dukungan rakyat.<br />
Sebagai akibat dari penggunaan nama beliau, maka kaum nasionalispun lalu terbagi menjadi dua. Ada dari pihak &#8220;nasionalis tulen&#8221; dan yang hanya menjadikan nama beliau sebagai legitimasi untuk mendukung kebijakan yang jelas-jelas bertentangan dengan keinginan beliau, karena itulah mereka perlu membangun simbol seolah-olah mereka adalah &#8220;nasionalis tulen&#8221;. Mereka bersikap seolah-olah mempertahankan bangsa ini terhadap &#8220;ancaman&#8221; dari luar, dengan menggalang dukungan dari rakyat banyak yang benar-benar mendukung Bung Karno. Agaknya sikap seperti itulah yang diambil pemerintahan ini, seolah-olah menentang campur tangan Australia dalam urusan dalam negeri kita. Tapi begitu ada ledakan bom di Bali, akhirnya memaksa pemerintah untuk menerima kehadiran pihak keamanan Australia di negeri ini, demi menghindari kemarahan Amerika Serikat yang jemu dengan sikap ketakutan pemerintah akan ancaman dari kaum Muslim radikal.<br />
Karenanya, kita tidak dapat menggunakan strategi bermuka dua itu bagi penumbuhan demokrasi di negeri kita. Maka saat ini yang tersisa adalah mengembangkan demokrasi dengan strategi ketiga. Seperti penegakkan HAM yang masih akan berhadapan dengan kekuatan-kekuatan lama, sehingga pelaksanaannya juga hanya dalam hal-hal penting belaka, tanpa menghukum para pembuat kesalahan pada masa lampau secara total, yang hasrus diikuti dengan rekonsiliasi nasional. Begitu juga bagi para &#8220;konglomerat hitam&#8221;, selama mereka menyerahkan 85 % kekayaaan mereka kepada negara.<br />
Strategi ditengah-tengah inilah yang harus kita kembangkan; tetap menghukum kesalahan masa lampau, tetapi secara selektif kita rekonsiliasikan dan kita tutup babak itu secara parsial. Strategi ini memang tidak menyenangkan, karena masih banyak orang yang kita anggap kriminal berkeliaran tanpa dihukum. Namun yang terpenting ada 2 hal tercapai melalui strategi ini: Demokratisasi dalam arti kedaulatan hukum dan kekuasaan pemerintah berjalan sebagaimana mestinya; dan melanggar kepentingan orang banyak dihentikan. Strategi ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, sebagai upaya menghentikan proses &#8220;kekuasaan&#8221; pemerintahan lama yang terlalu membiarkan para penguasa memerintah tanpa adanya kendali rakyat sama sekali. Karena itulah kita perlu melakukan koreksi, yaitu pemerintah harus dipaksa menerima kontrol atas kekuasaanya, dan dengan demikian demokratisasi dapat ditegakkan setahap demi setahap dalam kehidupan bangsa kita dalam satu dasawarsa lamanya.<br />
Dari strategi ketiga itu, kita akan menghadapi banyak kritikan dari bangsa-bangsa yang telah lama merdeka dan mampu menerapkan demokratisasi secara penuh, seperti negara-negara barat. Tetapi kritikan dan kecaman tersebut tidak perlu ditanggapi dengan response &#8220;keras&#8221; dari pihak kita. Pengalaman kita berbeda jauh dari pengalaman mereka, dan dengan sendirinya ini memaksakan strategi yang baru sama sekali. Namun yang jelas membawa negara dan bangsa kita ke arah pemerintahan yang berlandaskan kedaulatan hukum dan perlakuan yang sama terhadap semua warga negara di hadapan Undang-Undang. Demokratisasinya memang berjalan secara timpang, tetapi lebih baik dari pada tidak berjalan seluruhnya.</p>
<p>Jakarta, 2 Agustus 2003</p>
<p style="text-align:center;">&#8212;&#8212;&#8212;-000&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"> <img src="http://www.komisigratis.com/image/bannerkg1.gif" border="0" alt="" width="125" height="60" /></a><br />
<a title="Rahasia Membuat Mesin Uang Yang Hidup dan Bisa Berpromosi Sendiri" href="http://revolusiweb.com/johnsalim" target="blank"><br />
<img src="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" border="0" alt="RevolusiWEB.Com" /></a><br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"><br />
<img src="http://www.BikinDuit.com/b/ban2.gif" border="1" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=72&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/01/20/demokratisasi-model-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.komisigratis.com/image/bannerkg1.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">RevolusiWEB.Com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.BikinDuit.com/b/ban2.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Biografi Singkat Gus Dur</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/01/08/biografi-singkat-gus-dur/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/01/08/biografi-singkat-gus-dur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 06:44:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[TOKOH ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Nama: Abdurrahman Wahid Lahir: Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940. Orang Tua: Wahid Hasyim (ayah), Solechah (ibu). Istri : Sinta Nuriyah Anak-anak : Alisa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh, Anisa Hayatunufus, Inayah Wulandari Pendidikan : • Pesantren Tambak Beras, Jombang (1959-1963) • Departemen Studi Islam dan Arab Tingkat Tinggi, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (1964-1966) • [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=68&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/gusdur.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-69" title="gusdur" src="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/gusdur.jpg?w=300&#038;h=209" alt="" width="300" height="209" /></a></p>
<p><strong>Nama:</strong><br />
Abdurrahman Wahid<br />
<strong>Lahir:</strong><br />
Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940.<br />
<strong>Orang Tua:</strong><br />
Wahid Hasyim (ayah), Solechah (ibu).<br />
<strong>Istri :</strong><br />
Sinta Nuriyah<br />
<strong>Anak-anak :</strong><br />
Alisa Qotrunnada, Zannuba Ariffah Chafsoh, Anisa Hayatunufus, Inayah Wulandari<br />
<strong>Pendidikan :</strong><br />
• Pesantren Tambak Beras, Jombang (1959-1963)<br />
• Departemen Studi Islam dan Arab Tingkat Tinggi, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (1964-1966)<br />
• Fakultas Surat-surat Universitas Bagdad (1966-1970)<br />
<strong>Karir</strong><br />
• Pengajar Pesantren Pengajar dan Dekan Universitas Hasyim Ashari Fakultas Ushuludin (sebuah cabang teologi menyangkut hukum dan filosofi)<br />
• Ketua Balai Seni Jakarta (1983-1985)<br />
• Penemu Pesantren Ciganjur (1984-sekarang)<br />
• Ketua Umum Nahdatul Ulama (1984-1999)<br />
• Ketua Forum Demokrasi (1990)<br />
• Ketua Konferensi Agama dan Perdamaian Sedunia (1994)<br />
• Anggota MPR (1999)<br />
• Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999-24 Juli 2001)<br />
<strong>Penghargaan</strong><br />
• Penghargaan Magsaysay dari Pemerintah Filipina atas usahanya mengembangkan hubungan antar-agama di Indonesia (1993)<br />
• Penghargaan Dakwah Islam dari pemerintah Mesir (1991)</p>
<p>Sumber : www.republika.co.id<br />
<a title="Rahasia Menghasilkan Milyaran Rupiah Dari Facebook, Twitter dan Jejaring Sosial Lainnya" href="http://revolusiweb.com/johnsalim" target="blank"><br />
</a></p>
<p><a title="Rahasia Menghasilkan Milyaran Rupiah Dari Facebook, Twitter dan Jejaring Sosial Lainnya" href="http://revolusiweb.com/johnsalim" target="blank"><img src="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb4.gif" border="0" alt="RevolusiWEB.Com" /></a></p>
<p><a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"> <img src="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_3.gif" border="0" alt="" width="125" height="125" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=68&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/01/08/biografi-singkat-gus-dur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cptau.files.wordpress.com/2010/01/gusdur.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gusdur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://revolusiweb.com/wp-content/themes/wprevolusi/images/banner_revolusiweb4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">RevolusiWEB.Com</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_3.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>GUNUNG MENANGIS TAKUT TERGOLONG BATU API NERAKA</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/01/04/gunung-menangis-takut-tergolong-batu-api-neraka/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/01/04/gunung-menangis-takut-tergolong-batu-api-neraka/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 07:40:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[KISAH TELADAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu hari Uqa&#8217;il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad S.A.W. Pada waktu itu Uqa&#8217;il telah melihat berita ajaib yang menjadikan tetapi hatinya tetap bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut. Peristiwa pertama adalah, bahwa Rasulullah S.A.W akan mendatangi hajat yakni mebuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=64&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada suatu hari Uqa&#8217;il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad S.A.W. Pada waktu itu Uqa&#8217;il telah melihat berita ajaib yang menjadikan tetapi hatinya tetap bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut. Peristiwa pertama adalah, bahwa Rasulullah S.A.W akan mendatangi hajat yakni mebuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon. Maka baginda S.A.W berkata kepada Uqa&#8217;il, &#8220;Hai Uqa&#8217;il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katalah kepadanya, bahwa sesungguhnya Rasulullah berkata; Agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, kerana sesungguhnya baginda akan mengambil air wuduk dan buang air besar.&#8221;</p>
<p>Uqa&#8217;il pun keluar dan pergi mendapatkan pohon-pohon itu dan sebelum dia menyelesaikan tugas itu ternyata pohon-pohon suda tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar baginda S.A.W selesai dari hajatnya. Maka Uqa&#8217;il kembali ke tempat pohon-pohon itu.<br />
Peristiwa kedua adalah, bahwa Uqa&#8217;il berasa haus dan setelah mencari air ke mana pun jua namun tidak ditemui. Maka baginda S.A.W berkata kepada Uqa&#8217;il bin Abi Thalib, &#8220;Hai Uqa&#8217;il, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, &#8220;Jika padamu ada air, berilah aku minum!&#8221;</p>
<p>Uqa&#8217;il lalu pergilah mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah disabdakan baginda itu. Maka sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya, &#8220;Katakanlah kepada Rasulullah, bahwa aku sejak Allah S.W.T menurunkan ayat yang bermaksud : (&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (seksa) api neraka yang umpannya dari manusia dan batu).&#8221; &#8220;Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi batu itu maka tidak ada lagi air padaku.&#8221;</p>
<p>Peristiwa yang ketiga ialah, bahwa ketika Uqa&#8217;il sedang berjalan dengan Nabi, tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan rasulullah, maka unta itu lalu berkata, &#8220;Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu.&#8221; Unta masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus.Melihat orang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus.<br />
Melihat orang Arab kampung itu, Nabi Muhammad S.A.W berkata, &#8220;Hendakl mengapakah kamu terhadap unta itu ?&#8221;</p>
<p>Jawab orang kampungan itu, &#8220;Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mahu taat atau tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan).&#8221; Rasulullah S.A.W bertanya, &#8220;Mengapa engkau menderhakai dia ?&#8221;<br />
Jawab unta itu, &#8220;Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak menderhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku menderhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk.. Kerana kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, sama tidur meninggalkan solat Isya&#8217;. Kalau sekiranya dia mahu berjanji kepada engkau akan mengerjakan solat Isay&#8217; itu, maka aku berjanji tidak akan menderhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah menurunkan seksa-Nya kepada mereka sedang aku berada di antara mereka.&#8221;</p>
<p>Akhirnya Nabi Muhammad S.A.W mengambil perjanjian orang Arab kampung itu, bahwa dia tidak akan meninggalkan solat Isya&#8217;. Dan baginda Nabi Muhammad S.A.W menyerahan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali kepada keluarganya.<br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"> <img src="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_2.jpg" border="0" alt="" width="150" height="150" /></a><br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"><br />
<img src="http://www.BikinDuit.com/b/ban4.gif" border="1" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=64&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/01/04/gunung-menangis-takut-tergolong-batu-api-neraka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.komisigratis.com/image/komisigratis_com_2.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.BikinDuit.com/b/ban4.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gur Dur Boleh Mati, Tapi Ribuan Humorya Masih Hidup</title>
		<link>http://cptau.wordpress.com/2010/01/04/gur-dur-boleh-mati-tapi-ribuan-humorya-masih-hidup/</link>
		<comments>http://cptau.wordpress.com/2010/01/04/gur-dur-boleh-mati-tapi-ribuan-humorya-masih-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 04:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cptau</dc:creator>
				<category><![CDATA[TOKOH ISLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cptau.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Selain dikenal sebagai tokoh nyeleneh dan kontroversial, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang humoris. Bagi Gus Dur, boleh dikata, tiada hari tanpa humor, ketawa dan guyonan. Ketika memangku jabatan sebagai orang nomor satu RI pun, sama sekali ia  tidak berubah. Gus Dur yang mengaku masih sebagai “presiden belajaran” ini ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=61&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Selain dikenal sebagai tokoh nyeleneh dan kontroversial, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang humoris. Bagi Gus Dur, boleh dikata, tiada hari tanpa humor, ketawa dan guyonan. Ketika memangku jabatan sebagai orang nomor satu RI pun, sama sekali ia  tidak berubah. Gus Dur yang mengaku masih sebagai “presiden belajaran” ini ternyata tetap setia dengan pembawaan dan kebiasaan lamanya: gemar guyon dan suka mengumbar lelucon.</p>
<p>Sekalipun pandangan matanya terganggu, Gus Dur tetap banyak humor. Saat berbicara, dia selalu menyelipkan joke, cerita lucu, yang membuat pendengarnya tertawa. Joke-jokenya itu disukai oleh banyak tokoh dunia.</p>
<p>“Gus, kok suka humor terus sih?” tanya seorang yang kagum karena humor Gus Dur selalu berganti-ganti. “Di pesantren, humor itu jadi makanan sehari-hari,” jelasnya.</p>
<p>Dengan lelucon, kita bisa sejenak melupakan kesulitan hidup. Dengan humor, pikiran kita jadi sehat,” sambungnya.</p>
<p>Banyak celutukan, guyonan, dan tanggapannya atas peristiwa dan masalah pelik membuat masyarakat yang keningnya berkerut, dengan refleks menarik ujung bibir dan membentuk seulas senyuman.</p>
<p>Banyak humor-humor yang dilontarkan Gus Dur dalam berbagai kesempatan, yang bisa kita simak berikut:</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Semua Presiden RI KKN</strong></p>
<p>Humor Gus Dur tentang Presiden Megawati KKN menghebohkan nusantara. Sejak harian Jawa Pos melalui jaringan Jawa Pos Network-nya memuat pernyataan Wahid di Jawa Timur bahwa semua presiden RI KKN, dari presiden pertama hingga presiden sekarang.</p>
<p>Bermula dari khutbah pernikahan putra Hj. Diana Susilowati yang akrab dipanggil Ning Sus, di lingkungan Pondok Pesantren Zainul Hasan Pajarakan Probolingo Jawa Timur, Ahad (25/8/2002). Kendati ia berpidato di atas kwade (pentas penganten Jawa), namun belum satu menit berpidato, dia langsung membuat guyonan politik. Katanya, baik presiden yang pertama maupun yang terakhir ini semuanya KKN (tentu saja KKN dimaksudkan untuk istilah Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).</p>
<p>“Kok bisa?” tanya Gus Dur. “Ya, presiden pertama (Soekarno, red.) itu saya katakan Kanan Kiri Nona. Presiden kedua (Soeharto, red.), juga KKN, tapi yang ini Kanan Kiri Nabrak. Yang ketiga (Habibie, red.) malah lebih parah lagi, Kecil Kecil Nekad. Yang keempat anda sudah tahu semua, yakni Kanan Kiri Nuntun. Dan yang terakhir, yang satu ini (sambil tertegun beberapa saat) Kayak Kuda Nil.” Dan disambut tertawa gerr sekitar 4000-an hadirin.</p>
<p>Tertawa pun semakin berkepanjangan saat Wahid merinci, Kuda Nil itu memiliki ciri-ciri tertentu yakni bertubuh besar, senang berendam, kerang gerak dan jarang ngomong. “Saya kira, presiden yang sekarang ini (Megawati) ternyata KKN juga. Tetapi KKN-nya: Kayak Kuda Nil,” kata Wahid disambut tertawa dan tepuk tangan.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Orang NU Gila</strong></p>
<p>Rumah Gus Dur di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, sehari-harinya tidak pernah sepi dari tamu. Dari pagi hingga malam, bahkan tak jarang sampai dinihari para tamu ini datang silih berganti baik yang dari kalangan NU ataupun bukan. Tak jarang mereka pun datang dari luar kota.</p>
<p>Menggambarkan fanatisme orang NU, kata Gus Dur, menurutnya ada 3 tipe orang NU. “Kalau mereka datang dari pukul tujuh pagi hingga jam sembilan malam, dan menceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik terhadap NU,” tegas Gus Dur.</p>
<p>Orang NU jenis yang kedua, mereka yang meski sudah larut malam, sekitar jam dua belas sampai jam satu malam, namun masih mengetuk pintu Gus Dur untuk membicarakan NU, “Itu namanya orang gila NU,” jelasnya.</p>
<p>“Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dinihari hingga jam enam pagi, itu namanya orang NU yang gila,” kata Gus Dur sambil terkekeh.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Dai kok Menangkap Imam</strong></p>
<p>“Coba saya tanya, adakah dalil yang membolehkan seorang dai menangkap seorang imam?</p>
<p>Tapi, ini benar-benar terjadi di Indonesia. Dai yang menangkap itu adalah Da’i Bachtiar (Kapolri saat itu, Red.) dan yang ditangkap adalah Imam Samudra,” kata Gus Dur terkekeh.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Humor Polisi</strong></p>
<p>Humor lain yang diingat banyak orang adalah kritikan dalam bentuk lelucon yang dolintarkan saat banyak pihak mempertanyakan moralitas polisi, yang masih bisa berlaku dengan saat sekarang walaupun humor ini dilontarkannya setyahun silam.</p>
<p>“Polisi yang baik itu cuma tiga. Pak Hugeng (alm. Hugeng Imam Santoso, bekas Kapolri, red.) patung polisi dan polisi tidur,” selorohnya.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Humor DPR</strong></p>
<p>Dia juga sempat melontarkan guyonan tentang perilaku anggota DPR RI. Sempat menyebut mereka sebagai anak TK, Gus Dur pun berseloroh anggota DPR sudah “turun pangkat” setelah ricuh dalam sidang paripurna pembahasan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada 2004 silam.</p>
<p>“DPR dulu TK sekarang playgroup,” kata Gus Dur di kediamannya di Ciganjur, Jakarta, Selatan, Kamis (17/03), ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang kejadian di DPR saat sidang Rabu (16/03).</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Nakal Dijewer</strong></p>
<p>Dalam suatu apel pagi, seorang komandan sedang mengetes anak buahnya, dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan.</p>
<p>Komandan, “Apa yang kamu lakukan jika kamu berhadapan dengan musuh dalam jumlah yang sangat besar?!!</p>
<p>Rucah: “Langsung saya serang Pak!!!</p>
<p>Komandan: Salah! Kamu harus melaporkan pada pasukanmu supaya dapat menyerang bersama-sama. Lalu bagaimana jika kamu berhadapan dengan seekor babi hutan yang jinak?!</p>
<p>Rucah: “Saya melaporkan pada pasukan saya supaya dapat menyerang bersama-sama Pak!”</p>
<p>Komandan: Salah! Kamu harus menjewer kupingnya supaya tidak nakal! Lalu apa yang kamu lakukan jika berhadapan dengan saya?”</p>
<p>Rucah: “Langsung saya jewer kupingnya pak, biar tidak nakal!!!”</p>
<p>Komandan: “???”</p>
<p><strong>Mati Ngerokok</strong></p>
<p>Semasa belajar di Mesir, Gus Dur punya teman asal Aceh, namanya Yas. Kamar mereka bersebelahan. Orang ini, tutur Gus Dur, betul-betul perokok berat. Ke mana pun dia pergi, pasti di kantongnya selalu terselip dua bungkus rokok. Satu sudah dibuka, satu lagi buat cadangan.</p>
<p>“Bagi dia, ngerokok itu jangan sampai ketelatan,” tutur Gus Dur.  “Makanya si Yas selalu bawa dua bungkus.”</p>
<p>Saking sayangnya pada temannya ini, Gus Dur menasihatinya, “Yas, apa kamu enggak pernah baca tulisan di majalah bahwa tiap satu batang rokok itu bisa memendekkan umur 30 detik?”</p>
<p>“Lho, kamu ini gimana. Sekarang coba kamu itung sudah berapa tahun umurmu diperpendek oleh rokok itu.”</p>
<p>Sambil menyulut sebatang lagi, Bung Yas menimpali, “Ya, tapi kalau saya enggak merokok, besok saya bisa mati.”</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Semua Teroris Sudah Jadi Menteri</strong></p>
<p>Bukan Gus Dur bila di setiap pidato tidak menyelipkan guyonan hingga membuat orang terpingkal-pingkal. Guyonan Gus Dur ini biasanya berupa joke-joke ataupun sentilan-sentilan terhadap kelakuan sejumlah pejabat.</p>
<p>Saat membuka acara konsolidasi nasional PKB di Hotel Saripan Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Minggu (29/1/2006), Gus Dur memberikan sambutan, ia memberikan berbagai komentar yang saat ini terjadi di tanah air. Salah satunya ketika membahas soal teroris-teroris di Indonesia.</p>
<p>Menurut Gus Dur, aksi teroris saat ini sudah tidak ada lagi. Kenapa demikian? Karena semua teroris sudah jadi menteri,” kata Gus Dur disambut tawa hadirin.</p>
<p>Siapa teroris yang jadi menteri itu, mereka adalah yang dulu pekerjaannya menakuti rakyat Indonesia. Gus Dur juga mengkritik pemerintah di bawah Presiden SBY yang dinilai kurang tegas menangani kasus Timor Leste. “Jadinya kita menjadi bangsa yang jadi bahan tertawaan orang. Masak Timor Leste yang kayak itu saja mereka bisa permainkan kita,” katanya.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Menghitung jumlah peserta seminar dengan Shalawat</strong></p>
<p>Seperti biasa aja, Gus Dur datang ke sebuah acara seminar dengan gaya naturalnya. Dan waktu itu Gus Dur membuka acara dengan meminta para hadirin untuk membaca shalawat untuk Nabi terlebih dahulu. Begitu suasana sudah hening lagi setelah beberapa saat pada semangat baca shalawat, Gus Dur langsung membuka satu rahasia.</p>
<p>“Tujuan shalawat  tadi, selain dapat ganjaran (pahala), juga biar saya jadi tahu berapa banyak peserta yang hadir. Habisnya saya kan nggak ngeliat. Ya udah, dengan shalawat saja,” terang Gus Dur.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Shalat di Amerika<br />
</strong></p>
<p>Dalam acara Kick Andy di Metro TV, Gus Dur tampil dengan gaya ‘asal njawab’, tapi tetap saja ada sisi yang menarik dan khas dari seorang Gus Dur, terutama dalam hal cerita guyonnya. Inilah guyonan Gus Dur:</p>
<p>Ada seorang wanita muslim yang baru aja pergi ke Amerika. Oleh orang sana, dia ditanya: “Mam, do you like salad?”</p>
<p>Lalu si wanita menjawab: “Yes, five times a day”.</p>
<p>Pengunjung pun tertawa serempak.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Becak Dilarang Masuk</strong></p>
<p>Saat menjadi presiden, Gus Dur pernah bercerita kepada Menteri Pertahanan saat itu, Mahfud MD (buku Setahun bersama Gus Dur, kenangan menjadi menteri di saat sulit) tentang orang Madura yang katanya banyak akal dan cerdik.</p>
<p>Ceritanya ada seorang tukang becak asal Madura yang pernah dipergoki oleh polisi ketika melanggar rambu “becak dilarang masuk”. Tukang becak itu masuk ke jalan yang ada rambu gambar becak disilang dengan garis hitam yang berarti jalan itu tidak boleh dimasuki oleh becak.</p>
<p>“Apa kamu tidak melihat gambar itu? Itu kan gambar becak tak boleh masuk jalan ini,” bentak pak polisi. “Oh saya melihat pak, tapi itu kan gambarnya becak kosong, tidak ada pengemudinya. Becak saya kan ada yang mengemudi, tidak kosong berarti boleh masuk,” jawab si tukang becak.</p>
<p>“Bodoh, apa kamu tidak bisa baca? Di bawah gambar itu kan ada tulisan bahwa becak dilarang masuk,” bentak pak polisi lagi.</p>
<p>“Tidak pak, saya tidak bisa baca, kalau saya bisa membaca maka saya jadi polisi seperti sampeyan, bukan jadi tukang becak seperti ini,” jawab si tukang becak sambil cengengesan.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Radio Islami</strong></p>
<p>Seorang Indonesia yang baru pulang menunaikan ibadah haji terlihat marah-marah.<br />
“Lho kang, ngopo (kenapa) ngamuk-ngamuk mbanting radio?” tanya kawannya penasaran.</p>
<p>“Pembohong! Gombal!” ujarnya geram. Temannya terpaku kebingungan. “Radio ini di Mekkah tiap hari ngaji Al-Qur’an terus. Tapi di sini, isinya lagu dangdut tok. Radio begini kok dibilang radio Islami.”</p>
<p>“Sampeyan tahu ini radio Islami dari mana?”</p>
<p>“Lha…, itu bacaannya ‘all-transistor’, pakai ’Al’.”</p>
<p><strong>Gus Dur, Bill Clinton, dan Jacques Chirac</strong></p>
<p>Saking udah bosannya keliling dunia, Gus Dur coba cari suasana di pesawat RI-01. Kali ini dia mengundang Presiden AS dan Perancis terbang bersama Gus Dur buat keliling dunia. Boleh dong, emangnya AS dan Perancis aja yg punya pesawat kepresidenan.</p>
<p>Seperti biasa&#8230; setiap presiden selalu ingin memamerkan apa yang menjadi kebanggaan negerinya.</p>
<p>Tidak lama presiden Amerika, Clinton mengeluarkan tangannya dan sesaat kemudian dia berkata: “Wah kita sedang berada di atas New York!”</p>
<p>Presiden Indonesia (Gus Dur): “Lho kok bisa tau sih?”</p>
<p>“Itu.. patung Liberty kepegang!”, jawab Clinton dengan bangganya.</p>
<p>Ngga mau kalah presiden Perancis, Jacques Chirac, ikut menjulurkan tangannya keluar. “Tau nggak&#8230; kita sedang berada di atas kota Paris!”, katanya dengan sombongnya.</p>
<p>Presiden Indonesia: “Wah&#8230; kok bisa tau juga?”</p>
<p>“Itu&#8230; menara Eiffel kepegang!”, sahut presiden Perancis tersebut.</p>
<p>Karena disombongin sama Clinton dan Chirac, giliran Gus Dur yang menjulurkan tangannya keluar pesawat&#8230;</p>
<p>“Wah&#8230; kita sedang berada di atas Tanah Abang!!!”, teriak Gus Dur.</p>
<p>“Lho kok bisa tau sih?” tanya Clinton dan Chirac heran karena tahu Gus Dur itu kan nggak bisa ngeliat.</p>
<p>“Ini&#8230; jam tangan saya ilang&#8230;”, jawab Gus Dur kalem.</p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong>Membuat Anjing Clinton Menangis dan Stress</strong></p>
<p>Suatu ketika pada waktu Gusdur menjabat sebagai Presiden RI, Beliau diundang oleh Presiden AS Bill Clinton ke White House. Di tengah-tengah pembicaraan muncullah seekor anjing peliharaan Bill Clinton. Bill yang dikenal sebagai penyayang binatang itu langsung memperkenalkan anjingnya kepada Gusdur.</p>
<p>Bill : Gusdur, lihatlah saya punya anjing yang sangat pintar, dia bisa menuruti apa yang saya perintahkan.  Gusdur : Masa iya? Saya ingin tahu.</p>
<p>Bill : Coba anda perhatikan. Sit Down! (anjing itu langsung duduk)<br />
Bill : Stand up! (anjing itu langsung berdiri) Bill : Walk around!<br />
(anjing itu langsung berjalan keliling-keliling)<br />
Bill : Lihat! Hebat bukan?<br />
Gusdur : Gitu aja kok repot. Saya yang baru ketemu saja bisa lebih baik<br />
dari itu.<br />
Bill keheranan mendengar jawaban Gusdur.<br />
Bill : Boleh Anda buktikan ucapan Anda?</p>
<p>Gusdur : Silahkan.<br />
Bill : Coba Anda buat dia menangis<br />
Gusdur berbisik kepada anjing : Ssstt&#8230; ssttt&#8230;.<br />
Anjing itu langsung menangis sedih. Bill terheran-heran.<br />
Bill : Sekarang coba buat dia tertawa<br />
Gusdur berbisik kepada anjing : Ssstt&#8230; ssttt&#8230;.<br />
Anjing itu langsung tertawa terbahak-bahak. Bill kembali terheran-heran. Ia memikirkan cara supaya Gusdur gagal memerintah anjingnya.<br />
Bill : Nah&#8230; sekarang coba bikin dia supaya stress berat&#8230;<br />
Gusdur berpikir sejenak. Lalu dia berbisik kepada anjing tersebut Ssstt&#8230; ssttt&#8230;, sang anjing pun langsung loncat ke sana kemari sambil teriak histeris, naik ke atas meja, ke atas lemari sampai akhirnya dia melompat ke luar jendela dan jatuh ke tanah. Bill Clinton kembali terheran-heran dan ia akhirnya mengakui kehebatan Gusdur sambil bertepuk tangan.<br />
Bill : Boleh saya tahu apa yang Anda bisikkan sehingga anjing saya menangis begitu sedih?<br />
Gusdur : Saya bilang, kasihan Indonesia, rakyatnya banyak yang miskin, jangankan untuk beli BBM, untuk makan sehari-hari saja mereka sangat kesulitan. Kamu beruntung dipelihara oleh Bill Clinton, bisa makan kapan saja kamu mau.<br />
Bill : Oh&#8230; pantesan. Anda memang hebat. Lalu apa yang Anda bisikan sehingga anjing saya tertawa terbahak-bahak?<br />
Gusdur : Saya bilang, orang Indonesia banyak yang pintar-pintar, sehat-sehat, mereka semua lebih pantas jadi presiden ketimbang saya. Tapi ternyata kok malah saya yang buta begini yang dipilih menjadi presiden.<br />
Bill : Hahahaha&#8230; Jangankan anjing, saya juga ketawa. Anda memang jenius. Nah, lalu apa yang Anda bisikkan kepada anjing saya sehingga ia stress berat seperti itu?<br />
Gusdur : Saya bilang, wahai anjing, saya ingin ajak kamu tinggal di Indonesia.</p>
<p>Bill : ????????? [taz/dari berbagai sumber]</p>
</div>
<p><a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"> <img src="http://www.komisigratis.com/image/bannerkg3.gif" border="0" alt="" width="468" height="60" /></a><br />
<a href="http://en.wordpress.com/types-of-blogs/"><br />
<img src="http://www.BikinDuit.com/b/ban4.gif" border="1" alt="" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cptau.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cptau.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cptau.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cptau.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cptau.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cptau.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cptau.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cptau.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cptau.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cptau.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cptau.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cptau.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cptau.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cptau.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cptau.wordpress.com&amp;blog=10858500&amp;post=61&amp;subd=cptau&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cptau.wordpress.com/2010/01/04/gur-dur-boleh-mati-tapi-ribuan-humorya-masih-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c36285cb7c5c39f285d6fbb313ef698?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cptau</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.komisigratis.com/image/bannerkg3.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://www.BikinDuit.com/b/ban4.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
